KABUPATEN TANGERANG – Kometnews.id – Upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem terus digencarkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang melalui program pelatihan diversifikasi olahan ikan yang digelar di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rajeg. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan pengolahan hasil perikanan, tetapi juga membagikan sebanyak 330 kilogram ikan kepada masyarakat kurang mampu. Rabu, (4/3/2026).
Pendamping usaha sektor pengolahan ikan, Tommy Reyvaldi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Sebanyak 330 kilogram ikan kami bagikan kepada masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari program penghapusan kemiskinan ekstrem. Selain itu, pelatihan ini diikuti 20 peserta yang akan mendapatkan ilmu langsung dari para instruktur,” jelas Tommy.
Pelatihan prioritas menghadirkan Chef Toni dan Agam sebagai instruktur utama yang membimbing peserta dalam mengolah ikan menjadi produk bernilai tambah, mulai dari olahan siap saji hingga produk kemasan yang memiliki potensi pasar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mekar Sari, Fadlah, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas perhatian Dinas Perikanan terhadap warganya.
“Kami sangat berterima kasih atas program ini. Dengan adanya pelatihan dan pembagian 330 kilogram ikan kepada masyarakat, kami berharap ibu-ibu PKK dan peserta bisa memanfaatkan ilmu dari chef untuk mengolah ikan menjadi produk yang bernilai ekonomi dan bisa membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Fadlah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Akhmad Rosidi Pohan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki keterampilan. Dengan diversifikasi olahan ikan, nilai jual produk meningkat dan membuka peluang usaha rumahan,” ungkapnya.
Tommy Reyvaldi selaku pendamping usaha sektor pengolahan ikan turut menambahkan bahwa pendampingan akan terus dilakukan agar peserta mampu mengembangkan produk secara berkelanjutan, termasuk dari sisi kualitas, kemasan, hingga pemasaran.
“Kami tidak berhenti di pelatihan saja, tetapi akan terus mendampingi kelompok agar bisa berkembang menjadi pelaku usaha mandiri,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat, seluruh kader PKK, serta tim kelompok pelatihan yang tampak antusias mengikuti setiap sesi praktik. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, di mana peserta langsung mempraktikkan teknik pengolahan ikan di bawah arahan instruktur.
Melalui program ini, Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang berharap lahir pelaku usaha baru di sektor pengolahan hasil perikanan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa serta mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Tangerang.
Penulis : Nuraini
Editorial : Chandra