KELAPA DUA | KometNews.id – Tradisi ziarah makam masih menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idul Fitri bagi masyarakat Indonesia. Seperti yang terlihat di kawasan Kramat Bencongan, makam bersejarah Syech Wali Yuddin atau yang lebih dikenal sebagai Syech Pabencongan, dipadati peziarah pada H+5 Lebaran, Rabu (25/3/2026).

 

Pantauan tim KometNews.id di lokasi, ratusan peziarah dari berbagai daerah datang untuk berdoa dan mengenang sosok ulama yang diyakini memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut. Suasana khidmat bercampur dengan keramaian khas hari libur, menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi.

 

Pengurus Kramat Bencongan sekaligus tokoh masyarakat setempat, Abah Saif, melalui perwakilannya Pak Jali yang saat ini diberi amanah mengelola area kramat, menyampaikan bahwa aktivitas ziarah tidak hanya terjadi saat momen Lebaran.

 

“Ziarah ke Kramat Bencongan ini bukan hanya ramai saat Hari Raya Idul Fitri saja. Di hari-hari biasa juga banyak peziarah yang datang, terutama pada hari Minggu,” ujar Pak Jali kepada tim KometNews.id.

 

Namun demikian, momentum Lebaran memang menjadi puncak kunjungan. Banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu libur panjang untuk berziarah bersama keluarga, sekaligus mengenalkan nilai-nilai sejarah dan spiritual kepada generasi muda.

 

Menariknya, ramainya pengunjung juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah pedagang, baik warga lokal maupun pendatang, memanfaatkan momen ini untuk berjualan aneka makanan, minuman, hingga perlengkapan ziarah di sekitar area makam.

 

Lapak-lapak sederhana berjajar di sepanjang akses menuju kramat, menciptakan suasana yang hidup dan penuh warna. Aktivitas ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan dapat berdampingan dengan geliat ekonomi rakyat.

 

Kramat Bencongan sendiri dikenal sebagai salah satu situs religi yang memiliki nilai historis tinggi. Sosok Syech Wali Yuddin diyakini sebagai tokoh penyebar Islam yang dihormati, sehingga makamnya kerap menjadi tujuan ziarah bagi masyarakat yang ingin mendoakan sekaligus mengambil hikmah dari perjuangan beliau.

 

Dengan meningkatnya kunjungan setiap tahunnya, masyarakat berharap adanya perhatian lebih dari pihak terkait untuk penataan kawasan, agar tetap nyaman, tertib, dan terjaga nilai kesakralannya.

 

Tradisi ziarah seperti ini menjadi bukti bahwa nilai spiritual, sejarah, dan kebersamaan masih terjaga kuat di tengah masyarakat, sekaligus menjadi potensi wisata religi yang dapat terus dikembangkan secara bijak dan berkelanjutan.

 

Penulis : Uri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *