KABUPATEN TANGERANG | KometNews.id — Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman almarhum Heriawan bin Andi Wijaya yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (01/04/2026).

 

Di tengah hamparan tanah merah yang masih basah, keluarga, kerabat, dan rekan-rekan alumni Ekskul Pecinta Alam Ikatan Pecinta Alam SMK Panca Karya Tangerang (IKPA PAK’STA) tampak khusyuk memanjatkan doa. Taburan bunga warna-warni menutupi pusara, menjadi simbol cinta dan penghormatan terakhir bagi almarhum.

 

Kehadiran para alumni lintas angkatan menjadi bukti kuatnya solidaritas yang masih terjaga. Dari angkatan 2000 hingga generasi terbaru 2026, mereka berkumpul tanpa sekat, melebur dalam duka yang sama.

 

Pemimpin Redaksi KometNews.id, Chandra AB, yang juga merupakan Kepala Suku IKPA PAK’STA alumni angkatan 2001, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian almarhum.

 

“Alhamdulillah, hari ini kita semua alumni IKPA PAK’STA bisa berkumpul, dari angkatan 2000 sampai sekarang. Ini bukan sekadar hadir, tapi bentuk nyata solidaritas dan persaudaraan yang tidak pernah putus,” ujar Chandra dengan nada tegas namun penuh empati.

 

 

Ia menegaskan, kepergian Heriawan bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar IKPA PAK’STA.

 

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum adalah bagian dari keluarga besar kami. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Irfan, anggota IKPA PAK’STA alumni angkatan 2001, juga menyampaikan duka yang mendalam serta mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang bersahaja dan penuh kebersamaan.

 

“Kehilangan ini sangat terasa bagi kami, khususnya angkatan 2001. Almarhum bukan hanya teman, tapi saudara dalam perjalanan panjang kebersamaan di IKPA. Kami banyak berbagi cerita, suka dan duka bersama,” ungkap Irfan.

 

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran para alumni hari ini menjadi bukti bahwa ikatan yang terjalin tidak pernah luntur.

 

“Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk melepas, tapi juga untuk mendoakan dan menjaga silaturahmi yang sudah dibangun sejak lama. Semoga almarhum husnul khotimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” tambahnya.

 

Prosesi pemakaman berlangsung sederhana namun penuh makna. Doa-doa dipanjatkan, harapan disampaikan, dan kenangan tentang almarhum mengalir di antara para pelayat.

 

 

Kepergian Heriawan meninggalkan duka, namun juga memperlihatkan satu hal yang tak terbantahkan: persaudaraan sejati tidak mengenal waktu, tidak tergerus usia, dan tetap berdiri kokoh bahkan di tengah kehilangan.

 

Penulis : AB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *