TANGERANG – KometNews.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau pelaksanaan ibadah Paskah jemaat POUK Tesalonika di Aula Eks Kantor Kecamatan Teluknaga, Minggu (5/4/2026).
Kehadiran Bupati bukan sekadar seremonial. Ia datang membawa pesan tegas: tidak ada ruang bagi diskriminasi dalam beribadah di Kabupaten Tangerang.
Didampingi Dandim 0510/Tigaraksa, Kapolres Metro Tangerang, Sekretaris Daerah, Kasatpol PP, hingga Camat Teluknaga, Bupati memastikan langsung bahwa pelaksanaan ibadah berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh masyarakat bisa beribadah dengan aman dan nyaman. Tidak ada niatan melarang atau membatasi. Justru kami memfasilitasi,” tegas Maesyal Rasyid di lokasi.
Toleransi Bukan Sekadar Slogan
Di tengah isu yang sempat beredar soal dugaan pelarangan ibadah, Pemkab Tangerang mengambil sikap terbuka. Bupati menegaskan bahwa keberagaman di wilayahnya adalah kekuatan, bukan ancaman.
Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan budaya harus dirawat dengan semangat toleransi agar kondusivitas tetap terjaga.
“Kabupaten Tangerang menjunjung tinggi nilai toleransi. Siapa pun, di mana pun, kami hadir memberikan perlindungan tanpa membedakan latar belakang,” tandasnya.
Langkah konkret pun ditunjukkan. Pemerintah daerah mempersilakan jemaat menggunakan Aula Eks Kantor Kecamatan Teluknaga sebagai tempat ibadah sementara, selama tetap berkoordinasi dengan pihak terkait.
Solusi Sementara, Janji Permanen
Tak berhenti di solusi darurat, Pemkab Tangerang juga tengah menggodok langkah jangka panjang. Penyediaan tempat ibadah permanen untuk jemaat menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji.
“Kami rumuskan solusi komprehensif agar ke depan jemaat bisa beribadah lebih nyaman tanpa mengganggu kondusivitas wilayah,” jelasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.
“Kalau ada masalah, mari kita musyawarahkan. Kami terbuka dan siap mencarikan solusi terbaik,” pesannya.
PCNU: Ini Hanya Miskomunikasi
Di sisi lain, Sekretaris Tanfidziah PCNU Kabupaten Tangerang, KH. M. Qustulani, menepis isu pelarangan ibadah yang sempat mencuat.
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut hanyalah dinamika kecil akibat miskomunikasi di masyarakat.
“Tidak ada pelarangan. Ini hanya miskomunikasi yang sudah diselesaikan dengan baik oleh pimpinan daerah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Teluknaga selama ini dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi toleransi.
Jemaat Apresiasi Kehadiran Negara
Apresiasi datang dari Gembala Jemaat, Michael Siahaan. Ia menyebut kehadiran pemerintah dan aparat sebagai jawaban atas harapan jemaat untuk beribadah dengan tenang.
“Kami bersyukur, ini menjadi jawaban atas kerinduan kami untuk bisa beribadah dengan layak dan tanpa rasa khawatir,” ungkapnya.
Negara Hadir, Toleransi Diuji
Momentum Paskah di Teluknaga kali ini menjadi lebih dari sekadar ibadah keagamaan. Ia menjadi ujian nyata bagi komitmen toleransi di tingkat lokal.
Pemerintah sudah menunjukkan keberpihakan pada kebebasan beribadah. Kini, bola ada di tangan masyarakat: apakah mampu menjaga harmoni, atau kembali terjebak dalam konflik yang sebenarnya bisa dihindari.
Penulis : M. Sutisna / Tinan.