JAKARTA | kometnews.id — Industri film horor Indonesia kembali diguncang. Film terbaru garapan sutradara Edwin berjudul Monster Pabrik Rambut siap tayang serentak pada 4 Juni 2026—membawa teror yang bukan hanya soal hantu, tapi juga realitas kelam dunia kerja.

 

Diproduksi oleh Palari Films, film ini juga mengusung judul internasional Sleep No More, sebuah langkah strategis untuk menembus pasar global.

 

Namun yang membuatnya berbeda, film ini tidak sekadar menjual jumpscare. Ia menggabungkan horor, fantasi, aksi, hingga elemen gore dalam satu paket cerita yang gelap, brutal, dan penuh simbol.

 

Teror dari Pabrik: Ketika Lembur Berubah Jadi Kutukan

 

Cerita berpusat pada Putri (Rachel Amanda) dan Ida (Lutesha) yang mencoba mengungkap kematian misterius ibu mereka.

 

Penyelidikan membawa mereka ke sebuah pabrik rambut bernama PT Raga Abadi—tempat kerja dengan budaya lembur ekstrem yang perlahan berubah menjadi sumber teror gaib.

 

Di sinilah horor dibangun: bukan dari ruang kosong, tapi dari sistem kerja yang menekan, menguras, dan pada akhirnya “memakan” manusia itu sendiri.

 

Deretan Aktor Kuat, Karakter Tidak Main-Main

 

Film ini diperkuat sejumlah nama besar:

 

Iqbaal Ramadhan

Sal Priadi

Kev Luqman

 

Kombinasi ini bukan sekadar gimmick. Palari Films tampak serius membangun karakter yang kuat dan berlapis—tidak hanya tempelan untuk pasar.

 

Sudah Diakui Dunia, Bukan Film Horor Biasa

 

Sebelum tayang di Indonesia, film ini sudah lebih dulu mencuri perhatian internasional dengan tampil di Berlin International Film Festival 2026.

 

Masuk dalam program Berlinale Special Midnight, film ini berdiri sejajar dengan karya-karya global yang berani, eksperimental, dan tidak kompromi terhadap selera pasar.

 

Artinya jelas: ini bukan horor murahan.

Bagian dari Ambisi Besar Palari Films

 

Monster Pabrik Rambut menjadi bagian dari proyek besar “A Decade of Voyage”, penanda 10 tahun perjalanan Palari Films di industri film.

 

Rumah produksi ini sebelumnya dikenal lewat karya-karya berani yang tidak selalu “aman”, tapi justru menciptakan identitas kuat di level internasional.

 

Penulis : Chandra / Nuraini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *