RAJEG | KometNews.id – Permasalahan banjir akibat tersumbatnya saluran air limbah melanda wilayah RT 08 yang berada di perbatasan Desa Tanjakan dan Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg. Kondisi ini memicu genangan air limbah di lingkungan permukiman warga dan menimbulkan keresahan yang berkepanjangan. Senin, (23/2/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saluran pembuangan limbah rumah tangga di wilayah tersebut tidak mengalir normal selama kurang lebih dua bulan terakhir. Akibatnya, air limbah meluap ke jalan lingkungan bahkan mendekati area pekarangan rumah warga. Situasi ini diperparah dengan belum optimalnya sistem drainase yang terintegrasi antarwilayah.
Warga menyebut, persoalan ini tidak hanya berdampak pada satu desa, melainkan melibatkan dua wilayah administratif sekaligus sehingga membutuhkan koordinasi lintas desa dan kecamatan untuk penanganan yang menyeluruh.
Dua Bulan Tak Mengalir, Warga Resah
Warga RT 08 mengeluhkan kondisi saluran limbah yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Genangan yang terjadi dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari serta berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.
Selama ini, sebagian warga terpaksa mengandalkan aliran sementara dari kawasan Mulya Residence serta area persawahan sekitar untuk membantu mengurangi penumpukan air limbah. Namun solusi tersebut dinilai tidak permanen.
“Kami berharap ada solusi nyata, karena ini menyangkut kebersihan dan kesehatan warga,” ujar salah satu perwakilan masyarakat.
Pemerintah Desa Siap Bersinergi
Kepala Desa Tanjakan Mekar, Uti, menyampaikan bahwa pemerintah desa siap berkoordinasi dengan Desa Tanjakan dan pihak terkait guna mencari solusi teknis yang permanen. Ia menegaskan bahwa persoalan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjakan yang diwakili oleh Usnadi juga menegaskan komitmen serupa. Ia menyatakan pihaknya akan mengawal penuh proses penyelesaian dan mendorong adanya pertemuan lintas desa serta koordinasi dengan pihak kecamatan maupun instansi teknis.
“Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Karena ini menyangkut dua desa, maka harus ada solusi bersama yang menyeluruh, bukan hanya penanganan sementara,” ujar Usnadi.
Kecamatan dan UPT Wilayah 4 Diminta Turun Tangan
Camat Rajeg, Oman Apriatman, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, developer, dan masyarakat agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) melalui UPT Wilayah 4 segera melakukan peninjauan teknis dan menyusun langkah percepatan penanganan.
Menurutnya, normalisasi saluran yang tersumbat harus dilakukan secara menyeluruh agar aliran limbah kembali lancar dan tidak lagi menyebabkan genangan.
Developer Siap Koordinasi
Dalam pertemuan tersebut, Bang Anton dari tim teknis Perumahan Mutiara Indah Tanjakan menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan koordinasi teknis guna mencari penyebab utama permasalahan dan langkah perbaikan yang tepat.
Sementara itu, Andra selaku kuasa hukum developer menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti hasil musyawarah dan memastikan ada solusi konkret yang dapat direalisasikan di lapangan.
Harapan Warga
Masyarakat berharap persoalan banjir saluran air limbah di RT 08 tidak lagi menjadi masalah tahunan. Mereka menginginkan adanya kepastian waktu penanganan, perbaikan sistem drainase yang terintegrasi antar desa, serta pengawasan berkelanjutan dari pemerintah dan instansi teknis.
Dengan adanya sinergi antara Desa Tanjakan, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, serta pihak terkait lainnya, warga berharap dengan di gelarnya rapat koordinasi Banjir di Aula Kantor Desa Tanjakan Mekar, lingkungan kami kembali bersih, aman, dan sehat tanpa ancaman genangan air limbah yang berulang.
Penulis : Nuraini / Tolib
Editorial : Chandra