MEKAR BARU | KometNews.id – Nama Kampung Kori dan Kampung Cirako, Desa Cijeruk Kecamatan Mekar Baru, tak bisa dilepaskan dari peran Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Tahun 2018, tepatnya pada 29 Oktober 2018, yang menjadi tonggak awal lahirnya gagasan besar pengembangan wisata religi di Kecamatan Mekar Baru.
Salah satu penggagasnya adalah Ato, yang saat itu menjabat sebagai staf Desa Cijeruk dan kini menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa Cijeruk. Ia menilai desa harus memiliki identitas dan potensi unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi serta memperkuat nilai spiritual masyarakat.
“Desa itu harus punya ciri khas. Di Cijeruk, kami melihat potensi besar wisata religi, khususnya di Kampung Cirako,” ungkap Ato.
Pesantren Al-Magfiroh dan Warisan Qori Nasional
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui pengembangan wisata religi di Kampung Cirako, yang berpusat di Pondok Pesantren Al-Magfiroh. Pesantren ini dipimpin oleh Ustadz Habudin, sosok Qori juara nasional di Jambi tahun lalu, yang melanjutkan perjuangan dakwah Ustadz Mansyur.
Keberadaan Pesantren Al-Magfiroh kini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga destinasi wisata religi yang dikenal luas dan menjadi ikon Kecamatan Mekar Baru.
Tak hanya itu, wilayah Tanah Hara juga dikenal sebagai kawasan religi melalui keberadaan Pondok Pesantren Tanah Hara, makam peziarahan Syeh Nawawi Tanah Hara, serta Masjid Syeh Nawawi Tanah Hara, yang semakin memperkuat identitas religius kecamatan tersebut.
Ikon Kecamatan Sejak Pemekaran
Kecamatan Mekar Baru resmi berdiri sejak pemekaran pada tahun 2006. Hingga kini, kecamatan tersebut telah memasuki usia 20 tahun bulan Maret nanti, dan terus berkembang dengan karakter religius, berbudaya, dan inovatif.
Dalam wawancara bersama KometNews.id, di Ruangan SEKCAM, Jum’at (30/1), Camat Mekar Baru, Iman Bahlawi, menyampaikan pandangannya yang disampaikan melalui Sekretaris Camat (SEKCAM) Nurhadi, didampingi Asmarudin selaku staf umum kesekretariatan, serta jajaran staf pelayanan kecamatan.
Menurut Sekcam Nurhadi, Camat Iman Bahlawi menegaskan bahwa wisata religi merupakan kekuatan utama Kecamatan Mekar Baru yang lahir dari gagasan masyarakat dan terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Bapak Camat Iman Bahlawi menyampaikan bahwa wisata religi di Kampung Cirako dan Tanah Hara bukan hanya simbol keagamaan, tetapi juga penggerak ekonomi dan perekat sosial masyarakat,” ujar Nurhadi.
Juara Umum MTQ dan Pelayanan Publik Inovatif
Selain unggul dalam sektor keagamaan, Kecamatan Mekar Baru juga menorehkan prestasi membanggakan sebagai Juara Umum MTQ Tahun 2025, yang saat itu dikoordinatori oleh Ahmad Suhilmi, staf Kecamatan Mekar Baru.
Di bidang pelayanan publik, Kecamatan Mekar Baru dikenal sigap dan inovatif. Salah satu terobosannya adalah layanan administrasi kependudukan, di mana KTP yang telah selesai dicetak diantar langsung ke rumah pemohon, sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan proaktif.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan cepat, mudah, dan menyentuh langsung masyarakat,” jelas Asmarudin.
Pihak kecamatan juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi anggaran, sebagai bentuk akuntabilitas dan kepercayaan publik.
Pesan Camat Mekar Baru untuk Masyarakat
Masih disampaikan oleh Sekcam Nurhadi, Camat Mekar Baru Iman Bahlawi berpesan agar masyarakat terus menjaga nilai religius, persatuan, dan mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah kecamatan.
“Bapak Camat Iman Bahlawi mengajak seluruh masyarakat Mekar Baru untuk bersama-sama menjaga nilai keagamaan, ketertiban, serta mendukung pelayanan publik yang transparan, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkas Nurhadi.

Dengan sejarah panjang, ikon wisata religi yang kuat, prestasi MTQ, serta pelayanan publik yang kreatif dan responsif, Kecamatan Mekar Baru terus meneguhkan diri sebagai kecamatan yang maju tanpa meninggalkan nilai spiritual dan budaya lokal.
Penulis : Nuraini / Otib / Hary
Editorial : Chandra (AB)
