Site icon Kilas Fakta, Terangi Bangsa

Gedung Sekolah Membahayakan, AKPERSI DPD Banten Desak Gubernur dan Bupati Turun Tangan Selamatkan Siswa MI Babunnajah

PANDEGLANG, BANTEN | Kometnews.id — Kondisi memprihatinkan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Babunnajah di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, menuai sorotan serius dari Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPD Banten. Bangunan sekolah yang rusak dan dinilai membahayakan keselamatan siswa tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan yang aman dan layak. Senin (12/1/2026).

Ketua AKPERSI DPD Banten, Yudianto, C.BJ., CILJ., secara tegas mendesak Gubernur Banten dan Bupati Pandeglang untuk tidak lagi berdiam diri dan segera mengambil langkah nyata di lapangan.

 

“Ini bukan sekadar persoalan administrasi atau saling lempar kewenangan. Kondisi sekolah sudah jelas terdokumentasi dan berisiko tinggi. Pemerintah tidak boleh menunggu hingga terjadi korban,” tegas Yudianto kepada Kometnews.id.

 

Menurutnya, membiarkan siswa belajar di gedung yang tidak layak merupakan bentuk pembiaran terhadap potensi bahaya serius, sekaligus mencederai amanat konstitusi tentang perlindungan anak dan hak atas pendidikan.

AKPERSI DPD Banten menilai, hingga kini belum terlihat langkah konkret dan terukur dari pemerintah daerah maupun provinsi, selain wacana dan koordinasi yang tak kunjung berujung pada perbaikan fisik di lapangan.

 

“Keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab negara. Setiap hari penundaan berarti mempertaruhkan nyawa dan masa depan generasi bangsa,” lanjut Yudianto.

 

AKPERSI mendesak agar Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera turun langsung ke lokasi, melakukan penanganan darurat, serta menyiapkan solusi permanen berupa rehabilitasi atau pembangunan ulang gedung sekolah yang sesuai standar keselamatan.

Selain itu, AKPERSI DPD Banten menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini melalui fungsi kontrol sosial pers, serta membuka kemungkinan mendorong atensi publik yang lebih luas jika tidak ada respons cepat dari pihak berwenang.

 

“Kami tidak akan berhenti sampai ada tindakan nyata. Anak-anak tidak boleh dijadikan korban kelambanan birokrasi,” pungkasnya.

 

Kondisi MI Babunnajah menjadi potret nyata masih adanya ketimpangan perhatian terhadap fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah pinggiran. Publik kini menanti keseriusan Gubernur Banten dan Bupati Pandeglang untuk membuktikan keberpihakan pada keselamatan dan masa depan generasi muda.

 

Penulis : Chandra AB

Exit mobile version