JAKARTA | KometNews.id — 1 March 2026, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Cak OFi—atau Muhammad Rofi’i Mukhlis—menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan militer di ibu kota Teheran, Sabtu (1/3/2026).
Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa kabar tersebut menjadi duka bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia, termasuk keluarga besar BKN. “Sebagai sesama Muslim, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.
Laporan awal disiarkan oleh media pemerintah IRINN, sebagaimana dikutip jaringan berita Kompas.TV. Penyiar Mahdi Khosravi dalam siaran tersebut menyampaikan pernyataan resmi kepada publik Iran, yang menyebut kematian sang pemimpin sebagai akibat serangan yang dituduhkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi luas dari berbagai kalangan internasional, mengingat posisi strategis Khamenei sebagai figur sentral politik dan keagamaan Iran selama lebih dari tiga dekade. Banyak pengamat menilai kabar tersebut berpotensi memicu eskalasi geopolitik global jika terbukti benar dan dikonfirmasi oleh sumber independen.
Pernyataan Sikap Muhammad Rofi’i Mukhlis/Cak OFi
Cak OFi menegaskan bahwa insiden yang dilaporkan menewaskan Ali Khamenei harus diusut secara transparan oleh komunitas internasional. Ia menyatakan bahwa setiap tindakan militer yang mengakibatkan jatuhnya korban pemimpin negara berdaulat merupakan persoalan serius yang tidak boleh diabaikan dunia.
“Jika laporan ini terbukti benar, maka ini bukan sekadar tragedi nasional bagi Iran, melainkan peristiwa global yang menuntut pertanggungjawaban hukum dan moral. Dunia berhak mengetahui fakta sebenarnya dan siapa pun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum internasional,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa organisasi masyarakat sipil internasional memiliki kewajiban moral untuk terus mengawal perkembangan situasi ini agar tidak terjadi manipulasi informasi ataupun pembenaran sepihak atas tindakan yang berpotensi melanggar prinsip kedaulatan negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari lembaga internasional independen terkait detail kronologi maupun verifikasi silang atas laporan tersebut. Namun, reaksi duka dan solidaritas telah bermunculan dari berbagai organisasi masyarakat, tokoh agama, dan komunitas Muslim global yang mengikuti perkembangan situasi dengan penuh perhatian. (Red).

