Site icon KometNews.id

Macet Parah Jalan Raya Paku Haji–Pondok Jaya–Tanah Merah, Warga Keluhkan Pembiaran Bertahun-tahun

KABUPATEN TANGERANG | KometNews.id – Kemacetan kronis kembali terjadi di ruas Jalan Raya Paku Haji, tepatnya di pertigaan arah Jalan Raya Pondok Jaya dan Jalan Raya Tanah Merah, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Kondisi ini dikeluhkan para pengendara sepeda motor maupun mobil karena terjadi setiap hari, terutama pada jam sibuk pagi saat warga berangkat kerja dan mengantar anak sekolah.

 

Pantauan KometNews.id di lokasi pada Rabu (7/1/2026) pukul 06.50 hingga 07.05 WIB, arus lalu lintas tampak tidak bergerak normal, kendaraan saling berebut ruang, dan tidak ada petugas yang melakukan pengaturan lalu lintas. Situasi ini memicu keterlambatan massal serta meningkatkan risiko kecelakaan.

 

“Setiap hari begini, pasti telat kerja dan anak telat sekolah. Kalau sudah telat, orang jadi ngebut, jadi tidak beraturan. Bahaya di jalan,” keluh seorang pengendara sepeda motor yang tengah mengantar anaknya ke sekolah kepada KometNews.id.

 

Pedagang Pinggir Jalan dan Parkir Sembarangan Perparah Kemacetan

Kemacetan semakin diperparah oleh aktivitas pedagang kaki lima di bahu jalan. Saat pembeli berhenti untuk berbelanja, kendaraan otomatis parkir di pinggir jalan dan mempersempit badan jalan.

 

“Belum lagi pedagang di pinggir jalan, orang belanja parkir sembarangan. Jalan jadi semberawut. Ini tiap hari, bukan baru sekarang,” tambah pengendara lainnya.

 

Ironisnya, warga juga mengeluhkan adanya oknum tertentu yang diduga menarik setoran harian dari pedagang, sementara dampak kemacetan dan kekacauan lalu lintas ditanggung masyarakat pengguna jalan.

 

“Pedagang jangan cuma cari untung. Katanya ada yang narik setoran tiap hari, tapi jalan dibiarkan macet. Yang rugi kami semua,” tegas pengguna jalan.

Ratusan Warga Terdampak, Pemerintah Dinilai Abai.

 

Ruas jalan ini merupakan jalur vital yang digunakan ratusan bahkan ribuan warga setiap hari untuk aktivitas bekerja dan sekolah. Namun hingga kini, tidak terlihat solusi konkret dari pemerintah daerah, baik berupa penataan pedagang, rekayasa lalu lintas, maupun penempatan petugas secara rutin.

 

“Ini bukan masalah sehari dua hari. Setiap tahun begini, tapi dibiarkan saja. Di mana solusi pemerintah?” ujar warga dengan nada kecewa.

 

Dishub dan Polisi Tidak Tampak di Lokasi

 

Yang paling disorot warga adalah ketiadaan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian di lokasi kemacetan. Padahal, menurut warga, sebelumnya petugas rutin berjaga untuk mencegah pelanggaran lalu lintas.

 

“Biasanya ada Dishub dan polisi yang jaga, biar motor nggak lawan arah. Sekarang kosong. Nggak ada siapa-siapa,” ungkap warga.

Kondisi serupa juga terjadi di simpang Oja, Jalan Raya Mauk, saat kemacetan parah, banyak pengendara sepeda motor nekat melawan arus demi menghindari macet, yang justru memperparah keadaan dan membahayakan keselamatan.

Desakan Penertiban dan Evaluasi Total

 

Masyarakat mendesak agar Pemkab Tangerang, Dishub, Satpol PP, dan Polresta Tangerang segera turun tangan secara serius. Penertiban pedagang, larangan parkir liar, serta pengaturan lalu lintas dinilai mendesak demi keselamatan dan ketertiban umum.

 

Jika pembiaran ini terus berlanjut, warga khawatir potensi kecelakaan lalu lintas meningkat, sementara kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah semakin menurun.

 

“Jangan tunggu ada korban dulu baru bertindak,” tegas warga.

 

Penulis : Chandra AB

Exit mobile version