Kabupaten Tangerang | KometNews.id – Kondisi memprihatinkan dialami seorang lansia bernama Ibu Marsanah (75) yang tinggal di Kampung Ranca Labuh RT 06/01 Desa Ranca Labuh Kecamatan Kemiri. Di usia senjanya, ia harus bertahan hidup di sebuah gubuk reyot yang jauh dari kata layak huni. Kondisi ini pun menjadi perhatian warga sekitar yang berharap adanya kepedulian dan tindakan nyata dari pemerintah.

 

Berdasarkan keterangan warga, tanah yang ditempati Ibu Marsanah merupakan milik orang tuanya sejak zaman kepemimpinan Lurah H. Alim. Namun hingga saat ini rumah tersebut belum pernah mendapatkan bantuan program bedah rumah atau perbaikan rumah tidak layak huni.

 

 

Saat ini Ibu Marsanah hanya menerima bantuan pemerintah berupa bantuan lansia sebesar Rp600 ribu, untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia tinggal bersama dua anaknya, Tomi dan Ama Yanto, dengan kondisi rumah yang sangat sederhana dan memprihatinkan.

 

Salah satu warga sekitar, Pak Jamil, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada realisasi bantuan perbaikan rumah.

 

Kamar Tidur

 

“Sudah lebih dari 10 tahun hanya didata dan difoto saja, tapi sampai sekarang belum ada bantuan bedah rumah,” ujar Pak Jamil.

 

Ia menambahkan, kondisi rumah Ibu Marsanah sangat memprihatinkan karena hampir seluruh bagian rumah masih berupa gubuk sederhana yang tidak layak huni.

 

Dapur

 

“Di dalam rumah itu hampir tidak ada perabotan. Bahkan bagian yang dibangun tembok hanya di bagian MCK atau WC saja, sementara bagian rumah lainnya masih sangat sederhana dan sudah sangat tidak layak,” tambah Jamil.

 

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat Ibu Marsanah adalah seorang lansia yang membutuhkan tempat tinggal yang layak dan aman.

 

Rumah tampak Belakang
Cat ijo tembok MCK

 

Tak hanya itu, Pak Jamil juga mengungkapkan bahwa di wilayah Kampung Ranca Labuh masih terdapat beberapa warga lain yang rumahnya tidak layak huni dan membutuhkan perhatian pemerintah. Di antaranya Murni, Sanah, Bujal, dan Ibu Niah.

 

Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat segera melakukan pendataan ulang serta memberikan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah secara tepat sasaran.

 

“Kami berharap pemerintah segera turun langsung melihat kondisi warga di sini. Jangan hanya datang mendata dan memfoto saja, tapi harus ada tindakan nyata agar warga yang benar-benar membutuhkan bisa merasakan bantuan,” pungkas Pak Jamil.

 

Kisah Ibu Marsanah menjadi gambaran nyata bahwa masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah serta kepedulian berbagai pihak agar dapat hidup lebih layak di masa tuanya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *