MAUK | KometNews.id – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 di Kabupaten Tangerang menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Rangkaian kegiatan HPSN 2026 yang digelar di wilayah Kecamatan Mauk, Senin (2/2/2026), tidak hanya diisi dengan edukasi pengelolaan sampah, tetapi juga dirangkai dengan aksi pelepasan mimi (biota laut) serta penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir.

 

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Dr. Soma Atmaja, M.Si, jajaran DLHK Kabupaten Tangerang, Camat Mauk Angga, Kepala Desa Ketapang Khotibul Umam, S.H., unsur TNI–Polri, serta para mitra dunia usaha, pegiat lingkungan, dan pengelola bank sampah. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam upaya pelestarian lingkungan.

 

 

Dalam sambutannya, Kepala Bidang DLHK Kabupaten Tangerang, Harry, yang mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menegaskan bahwa HPSN harus menjadi momentum refleksi atas bahaya pengelolaan sampah yang tidak tepat, termasuk tragedi ledakan TPA Leuwigajah yang menelan korban jiwa dan berdampak pada dua kampung.

 

“Tragedi Leuwigajah adalah pelajaran besar bagi kita semua. Sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa berubah menjadi bencana. Semoga ini menginspirasi kita untuk mulai bijak, mulai memilah, dan mengelola sampah dari sumbernya,” ujar Harry.

 

Ia menjelaskan, rangkaian HPSN 2026 dimulai sejak 2 Februari dan akan berlanjut hingga akhir bulan dengan berbagai agenda. Pada 18 Februari, DLHK akan menggelar kegiatan penyemprotan lingkungan sebagai bagian dari pengendalian pencemaran.

 

“Alhamdulillah, selama dua bulan terakhir indikator pencemaran menunjukkan penurunan dari 510 menjadi 434. Target kami dalam enam bulan ke depan kondisi lingkungan dapat semakin membaik,” jelasnya.

 

 

Selanjutnya, pada 25 Februari 2026, akan digelar sosialisasi kontribusi dan pengolahan sampah di Kabupaten Tangerang, termasuk pembahasan tanggung jawab produsen serta skema insentif lingkungan. Rangkaian kegiatan akan ditutup pada 27 Februari 2026 dengan edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat.

 

“Sampah kalau dicampur hanya menjadi masalah. Namun jika dipilah, dapat menjadi sumber daya dan nilai ekonomi, sekaligus mengurangi potensi bencana lingkungan,” tegas Harry.

 

Puncak kegiatan ditandai dengan aksi simbolis pelepasan mimi ke habitat alaminya serta penanaman mangrove yang dipimpin langsung oleh Sekda Kabupaten Tangerang Dr. Soma Atmaja, M.Si.

 

“Pelepasan biota laut dan penanaman mangrove ini adalah pesan kuat bahwa menjaga lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh, dari darat hingga laut. Mangrove memiliki peran strategis sebagai pelindung pesisir dan penyangga ekosistem,” ujar Soma Atmaja.

 

 

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah yang baik di darat sangat menentukan kualitas lingkungan laut dan pesisir.

 

“Apa yang kita buang di darat pada akhirnya akan bermuara ke laut. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk menjaga lingkungan bagi generasi mendatang,” tambahnya.

 

 

Sementara itu, Kepala Desa Ketapang, Khotibul Umam, S.H., menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pengelolaan sampah di tingkat desa.

 

“Kami siap bersinergi dengan kecamatan dan kabupaten, serta melibatkan bank sampah dan masyarakat desa agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih tertib dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

 

Camat Mauk, Angga, juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk mitra dunia usaha dan pegiat lingkungan.

 

“Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan, khususnya di wilayah pesisir. Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat dan tidak berhenti pada momentum HPSN saja,” kata Angga.

 

Melalui peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap tumbuh kesadaran kolektif yang berkelanjutan, inovatif, dan humanis dalam pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat perlindungan lingkungan darat dan pesisir untuk masa depan.

 

Penulis : Nuraini

Editorial : Chandra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *