KometNews.Id | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi menggerakkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan jajaran pemerintahan untuk turun ke jalan dalam aksi Korvei/Bersih Sampah secara serentak. Kegiatan yang dimulai Kamis (9/4/2026) hingga Jumat (10/4/2026) ini berdasarkan Surat Perintah Bupati Tangerang nomor B/800.1.111.1/8564/IV/DLHK/2026.

 

Tidak sekadar seremonial, aksi ini menjadi agenda rutin setiap pekan. Setiap Kamis, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertugas membersihkan titik-titik strategis, sementara setiap Jumat di tingkat kecamatan, dilanjutkan dengan monitoring oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah.

 

31 Titik Strategis Jadi Prioritas

 

Berdasarkan lampiran surat perintah tersebut, pada hari pertama, Kamis (9/4/2026), puluhan OPD disebar di 31 ruas jalan dan titik kawasan. Mulai dari depan Mie Gacoan Balaraja Barat hingga ke Hutan Kota Wareng. Total jarak tempuh bersih-bersih mencapai lebih dari 22 kilometer.

 

 

Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah Kawasan Alun-Alun Tigaraksa. Tim media mendokumentasikan langsung aktivitas petugas kebersihan di Jl. H. Somawinata No.1, Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, pada pukul 08:09 WIB. Tampak petugas memungut sampah plastik, daun kering, dan material lainnya.

 

Instruksi Presiden hingga Bupati

 

Gerakan masif ini merupakan tindak lanjut dari instruksi berjenjang:

 

· Surat Edaran Kemendagri No. 600.11/889/SJ tentang Gerakan Indonesia ASRI.

· Surat Edaran KLHK No. P.509/A/PLB.2.2/02/2026.

· Instruksi Gubernur Banten No. 2 Tahun 2026.

· Surat Edaran Bupati Tangerang B/100.3.4.2/7423/II/DLHK/2026.

 

Seluruh sampah yang terkumpul langsung diangkut ke TPA Jatiwaringin. Pelaporan hasil kegiatan dilakukan secara daring melalui tautan resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemendagri.

 

 

Komentar Kadis DLHK: “Ini Gaya Hidup, Bukan Sekadar Giat”

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujar Sudrajat, menegaskan bahwa Korvei bukan sekadar gotong royong sesaat, tetapi perubahan budaya birokrasi.

 

“Kami ingin menanamkan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kolektif. Bupati memberi contoh dengan memerintahkan seluruh OPD, bukan hanya DLHK, untuk turun. Ini inovasi: setiap OPD punya ‘zona bersih’ sendiri. Jadi rasa kepemilikan terhadap lingkungan itu tumbuh dari dalam aparatur,” ujar Ujar Sudrajat saat ditemui usai monitoring di Tigaraksa.

 

 

Kabid DLHK: Monitoring Jumat Menentukan Evaluasi

 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) DLHK, Hari Mahardika, menjelaskan bahwa Jumat (10/4/2026) akan menjadi hari krusial. Seluruh Kepala Perangkat Daerah akan memantau langsung di 29 kecamatan, dari Teluknaga hingga Kosambi.

 

“Monitoring ini tidak main-main. Kami menggunakan tautan digital bit.ly/GerakanIndonesiaAsri dan https://bit.ly/GerakanBersihkanLingkungan untuk laporan real-time. Setiap camat dan kepala desa wajib mengunggah dokumentasi. Kalau ada titik yang kotor tidak tertangani, itu langsung menjadi catatan evaluasi,” tegas Hari Mahardika.

 

Inovasi: Teknologi dan Insentif Non-Materi

 

Yang membedakan korvei tahun ini adalah penggunaan teknologi pelaporan terpusat dan pembagian zona berbasis OPD. Tidak ada lagi tumpang tindih kewenangan. Setiap instansi tahu persis titik awalnya (dari depan Mie Gacoan) hingga titik akhirnya (Kantor POS atau Tugu KB).

 

Selain itu, hasil monitoring akan diumumkan secara publik sebagai bentuk apresiasi. “Kami dorong persaingan sehat antar kecamatan. Kecamatan terbersih akan mendapat penghargaan dari Bupati,” tambah Hari.

 

Target: Banten Bersih, Indonesia ASRI

 

Gerakan ini sejalan dengan target nasional “Indonesia ASRI” (Asri, Sehat, Ramah, dan Indah). Dengan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan, Kabupaten Tangerang berambisi menjadi percontohan provinsi Banten dalam pengelolaan sampah berbasis birokrasi yang bergerak kolektif.

 

Pantauan kometnews.id di Alun-Alun Tigaraksa, antusiasme petugas cukup tinggi. Warga sekitar pun turut membantu memungut sampah di depan permukiman mereka.

 

“Saya senang lihat pejabatnya turun. Biasanya cuma nyuruh, sekarang ikut bersih-bersih,” ujar Siti (45), warga Kadu Agung, saat ditemui.

 

Aksi Korvei akan kembali digelar pekan depan dengan titik lokasi yang berbeda. Warga diimbau ikut serta minimal membuang sampah pada tempatnya.

 

Penulis : Nuraini

Editorial : Chandra

By Adm Nur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *