TANGERANG | KometNews.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah secara sistematis dan berkelanjutan. Hal tersebut ditegaskan saat penutupan rangkaian Hari Peringatan Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang digelar di Summarecon Mall Serpong, Jumat (27/2/2016).
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tangerang, H. Syaifullah, secara resmi menutup kegiatan tersebut mewakili Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.
Dalam sambutannya, H. Syaifullah menyampaikan apresiasi kepada perusahaan, penggiat bank sampah, serta komunitas TPS 3R yang konsisten berkontribusi dalam pengurangan dan penanganan sampah di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada perwakilan perusahaan, penggiat bank sampah, dan penggiat TPS 3R yang terus berjuang mengatasi persoalan sampah yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius di daerah kita,” ujarnya.
TPA Jatiwaringin Overload
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengungkapkan kondisi terkini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang telah mengalami kelebihan kapasitas (overload).
“Beban sampah di Kabupaten Tangerang sangat berat. Perusahaan ke depan diharapkan mulai mengelola sampahnya secara mandiri agar beban buangan ke TPA Jatiwaringin berkurang. Daya tampung TPA saat ini sudah overload dan lima tahun ke depan berpotensi menjadi persoalan yang lebih serius jika tidak ditangani secara sistematis,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk segera menghadirkan solusi konkret dan terukur.
Siapkan Proyek PSEL, Sampah Jadi Energi
Sebagai langkah strategis jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah mempersiapkan Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di kawasan TPA Jatiwaringin. Proyek ini direncanakan segera memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).
Program PSEL diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan inovatif dalam menjawab tantangan krisis daya tampung TPA sekaligus mendorong transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Tak hanya fokus pada infrastruktur, edukasi lingkungan juga menjadi perhatian serius. Kepala Bidang PSL3B DLHK Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika, menekankan pentingnya penerapan program eco enzyme di sekolah-sekolah.
“Kami mendorong sekolah-sekolah mengajarkan pembuatan eco enzyme guna membantu mengurai bakteri E. coli dari tumpukan sampah. Hasil pemantauan menunjukkan adanya penurunan bakteri dibandingkan enam bulan lalu,” ungkapnya.
Program ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini sekaligus membantu proses penguraian sampah organik secara alami.
Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Penutupan HPSN 2026 turut dihadiri jajaran DLHK Kabupaten Tangerang, Camat Kelapa Dua, perwakilan perusahaan, komunitas penggiat sampah, serta Pokmas Jati Raya.
Melalui momentum HPSN 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan lingkungan yang lebih sehat.
Komitmen tersebut menjadi langkah nyata menuju Kabupaten Tangerang yang bersih, mandiri dalam pengelolaan sampah, serta adaptif terhadap tantangan lingkungan global.
Penulis : Nuraini
Editorial : Chandra