TANGERANG – KometNews.id – Polri tak hanya hadir di baliho atau pos ronda. Di tengah panasnya terik Kampung Talaga, Desa Sukanagara, Kecamatan Cikupa, seorang Bhabinkamtibmas justru kotor sepatunya di area persawahan. Rabu (29/4/2026), Polsek Cikupa melakukan monitoring langsung program penanaman jagung hibrida seluas 0,5 hektare sebagai bagian dari Program 1 Desa 2 Hektare Kwartal I 2026.
Bukan sekadar inspeksi biasa, kegiatan yang berlangsung pukul 10.30 WIB ini adalah bentuk “turun tangan” aparat dalam menyukseskan program strategis ketahanan pangan nasional. Lahan seluas 5.000 meter persegi di RT 01/02 itu dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Oji dan berada di kawasan Cikupa Mas di bawah asuhan pengelola lahan, H. Suanda.
Laporan Langsung dari Tanah
Monitoring dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Sukanagara, Aipda Didi MS. Ia tak hanya memeriksa kondisi bibit, jarak tanam, hingga sistem irigasi. Lebih dari itu, ia memastikan distribusi pupuk dan pendampingan teknis kepada petani berjalan sesuai standar.
“Kami memastikan proses tanam ini tepat sasaran. Jagung hibrida punya masa tanam lebih singkat dan produktivitas tinggi. Kalau ini berhasil, petani di sini bisa panen lebih cepat,” ujar Aipda Didi saat ditemui di sela-sela pendampingan.
Polri + Petani = Swasembada
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada Amirulloh, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, S.TK., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program ini adalah pilar baru sinergitas Polri.
“Polisi tidak hanya cakap menjaga kamtibmas dari kejahatan konvensional, tapi juga hadir sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Stabilitas keamanan akan sempurna jika perut rakyat kenyang. Inilah wajak baru Polri yang adaptif di sektor pangan,” tegas AKP Syamsul Bahri.
Inovasi: Dari Lahan Percontohan ke Edukasi Warga
Yang membuat program ini berbeda adalah rencana lanjutan. Menurut Aipda Didi, lahan 0,5 hektare di Sukanagara ini tidak hanya ditargetkan untuk panen maksimal, tetapi juga akan menjadi lahan demo (demonstration plot) bagi petani muda desa setempat.
“Ke depan, warga bisa belajar langsung teknik budidaya jagung hibrida – dari pengolahan tanah hingga pascapanen. Ini kita kemas sebagai Sekolah Lapang Polri,” tambahnya.
Luas Tercapai, Hasil Menjanjikan
Hasil monitoring menunjukkan bahwa target luas tanam Kwartal I 2026 di Desa Sukanagara sudah terlampaui sesuai rencana, yakni 0,5 hektare dari target 2 hektare per desa secara bertahap. Tanaman jagung hibrida yang mulai bersemi diprediksi bakal memberikan hasil signifikan dibanding jagung lokal biasa – potensi hasil mencapai 8–10 ton per hektare.
Harapan untuk Warga
Dengan adanya monitoring dan pendampingan penuh dari Bhabinkamtibmas hingga Kapolsek, Desa Sukanagara diharapkan menjadi model percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Tangerang. Ketahanan pangan tidak lagi sekadar wacana, melainkan gerakan kolektif yang dimulai dari ladang seluas 0,5 hektare.
Penulis ; Chandra
