KometNews.id – Tangerang
Kegiatan Indonesia Aman Sehat Resik Indah (ASRI) kembali membuktikan diri bukan sekadar program seremonial. Bertempat di jalur strategis Jalan Raya depan Pabrik Cing Luh, Jalan Raya Bitung, hingga kawasan Perkantoran Pemda Tigaraksa, Kamis (30/4/2026), puluhan peserta dari lintas instansi bahu-membahu menyapu bersih tumpukan sampah dan sedimentasi saluran air.

 

Pejabat Turun Gunung, Bukan Cuma Perintah

 

 

Yang membuat gerakan kali ini spesial adalah keterlibatan langsung para pejabat daerah. Hadir dan ikut memungut sampah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tangerang bersama jajarannya, tak ketinggalan Inspektur Inspektorat Kabupaten Tangerang, Dra. Hj. Tini Wartini, M.Si. , serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang.

 

Dra. Hj. Tini Wartini, M.Si., dengan tegas menyatakan:

 

 

“Gerakan ASRI ini wujud nyata bahwa kebersihan bukan tugas DLHK semata. Inspektorat pun turun tangan karena kami ingin memastikan anggaran kebersihan benar-benar berdampak. Hari ini kami buktikan, pejabat juga bisa becek dan pegang sampah!”

 

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang menambahkan dari sudut pandang ekologis:

 

“Sektor perikanan sangat bergantung pada kualitas air. Sampah yang dibuang sembarangan akan mencemari sungai dan berdampak pada hasil tambak warga. Maka ASRI adalah investasi bagi ketahanan pangan kita.”

 

 

Bukan Hanya Jalan, Saluran Air Diusir Sedimentasi

 

Aksi bersih-bersih tidak berhenti di permukaan jalan. Para peserta menyisir gorong-gorong, mengangkut lumpur, dan membuka aliran air yang tersumbat. Hasilnya, genangan yang kerap muncul saat hujan ringan dipastikan berkurang drastis pasca kegiatan.

 

Apresiasi dan Tantangan dari DLHK

 

 

Kepala Bidang (KABID) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika, yang turut memantau langsung lokasi, memberikan apresiasi tinggi sekaligus pesan strategis.

 

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan kegiatan ini. Tapi ingat, ASRI bukan acara setahun sekali. Tantangan terbesar adalah menjaga kebersihan ini setiap hari. Mari jadikan gerakan ini sebagai budaya, bukan seremoni.”

 

Inovatif: DLHK siapkan “Sapu ASRI Digital”

 

Kabar inovatif datang dari internal DLHK. Dikabarkan, mulai bulan depan setiap aksi ASRI akan diintegrasikan dengan aplikasi pelaporan daring. Warga bisa melaporkan titik kumuh dan mendapat poin yang bisa ditukar bibit pohon atau sembako. Program ini disebut “Sapu ASRI Digital”.

 

 

Kesimpulan KometNews.id

 

Gerakan ASRI di Tigaraksa layak diapresiasi. Kolaborasi Dukcapil, Inspektorat, Dinas Perikanan, dan DLHK menunjukkan bahwa lingkungan bersih lahir dari kerja bareng, bukan kerja sendiri. Kini giliran masyarakat: sudahkah lingkunganmu ASRI hari ini?

 

 

Pantau terus kebijakan lingkungan dan inovasi daerah hanya di KometNews.id!

 

Penulis : Nuraini

Editorial : Chandra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *