KABUPATEN TANGERANG – KometNews.id | Setelah sebelumnya menuai sorotan terkait tumpukan sampah di saluran air di depan kantor UPTD TPA Jatiwaringin, pihak pengelola akhirnya bergerak cepat. Tumpukan sampah yang mengendap dan menyebabkan air menghitam kini mulai dibersihkan menggunakan alat berat di lokasi.
Pantauan KometNews.id pada Rabu (29/4/2026) sore, sebuah alat berat jenis ekskavator tampak dikerahkan untuk mengangkat sampah dari dalam saluran air. Pembersihan dilakukan langsung di titik yang sebelumnya dipenuhi limbah plastik dan sampah rumah tangga yang menyumbat aliran.
Kepala UPTD TPA Jatiwaringin, Gemi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan secara rutin melakukan pembersihan.
“Iya, itu sudah kita bersihin bang. Bukan kita nggak bersihin tiap saat, tapi pemulung naik ke mobil sampah dan mengacak-acak sampah, jadi sampahnya jatuh ke bawah dan nggak dibersihin lagi. Kita dari TPA sudah imbau ke pemulung, tapi memang susah. Tadi juga sudah kita bersihin lagi,” jelasnya.
Menurut Gemi, aktivitas pemulung yang naik ke kendaraan pengangkut sampah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan sampah kembali berserakan di area saluran air. Meski sudah dilakukan imbauan, kondisi di lapangan masih sulit dikendalikan sepenuhnya.
Langkah cepat ini menjadi respons atas keluhan masyarakat dan hasil pantauan media yang sebelumnya menyoroti kondisi semrawut di sekitar lokasi. Namun demikian, persoalan ini dinilai tidak cukup diselesaikan dengan pembersihan sesaat, melainkan membutuhkan pengawasan berkelanjutan serta penataan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib.
Sejumlah warga berharap pembersihan tidak hanya bersifat sementara, melainkan diikuti dengan solusi konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas di sekitar TPA, termasuk keberadaan pemulung, juga dinilai perlu diperketat guna menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
KometNews.id akan terus memantau perkembangan di lapangan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada publik secara berimbang.
Penulis : Chandra AB
Editorial : Nuraini
