Kometnews.id, Tangerang – Inovasi pelayanan publik dan percepatan pembangunan infrastru desa menjadi fokus utama Ketua Lembaga Pengembangan Kompetensi Pemberantasan Korupsi (LP-KPK) Komisi Cabang (KOMCAB) Kabupaten Tangerang saat mengunjungi Kantor Desa Rajeg Mulya kecamatan Rajeg, Rabu (6/5).
Kedatangan M. Tamrin dan rekan disambut langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Rajeg Mulya, Rifaldi Fauzi. Dalam kunjungan tersebut, Ketua LP-KPK Komcab secara inspektif memantau langsung dua agenda penting: mutu pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) dan progres pembangunan kantor desa lantai 2.
Pastikan Pelayanan Adminduk Prima
Di era digital, keluhan soal pelayanan lambat dan birokrasi berbelit masih kerap ditemui. Namun, Ketua LP-KPK Komcab menegaskan bahwa Desa Rajeg Mulya harus menjadi contoh zona integritas.
“Saya datang bukan untuk mencari kesalahan, tapi memastikan masyarakat desa ini merasakan pelayanan adminduk yang cepat, transparan, dan ramah. Jangan sampai ada pungli atau kursi dingin berlapis alasan,” tegasnya.
Sekdes Rifaldi Fauzi pun membeberkan sejumlah inovasi, seperti sistem antrean digital sederhana dan posko senyum (siap sedia, nyaman, dan mudah) yang memangkas waktu pembuatan KTP-el hingga 15 menit.
“Saat ini rata-rata pengaduan warga turun drastis. Kami juga operasikan layanan jemput bola untuk lansia dan disabilitas,” ujar Rifaldi.
Pembangunan Kantor Desa Lantai 2: On The Track
Selain urusan adminduk, rombongan juga mengecek proyek strategis: pembangunan kantor desa lantai 2. Pekerjaan yang sempat tersendat karena kendala logistik kini dipastikan berjalan lancar.
“Progres sudah di atas 60 persen. Target akhir tahun ini, kantor desa baru berfungsi optimal. Tambahan ruang ini akan kami alokasikan untuk ruang pelayanan terpadu dan ruang arsip desa,” jelas Rifaldi Fauzi di lokasi proyek.
Ketua LP-KPK Komcab mengapresiasi langkah progresif tersebut. Menurutnya, pembangunan fisik harus beriringan dengan peningkatan kualitas SDM aparatur desa.
“Ini inovatif. Kantor naik tingkat, pelayanan juga harus naik kelas. Kami akan fasilitasi pelatihan antikorupsi untuk perangkat desa agar pembangunan bersih dari gratifikasi,” tambahnya.
Sorotan Media: Kolaborasi Supervisi dan Pelayanan Rakyat
Yang membuat kunjungan ini menarik adalah metode walking supervision ala LP-KPK Komcab: tanpa spanduk, tanpa seremoni, langsung ke lokasi layanan dan proyek. Sekdes Rifaldi sendiri mengaku kaget sekaligus senang.
“Ini penyegar bagi kami. Tidak perlu nunggu inspektorat turun setahun sekali, tapi pendampingan dari mitra seperti LP-KPK rutin. Warga pun makin percaya,” pungkasnya.
Kometnews.id menilai, langkah Ketua LP-KPK Komcab Kabupaten Tangerang ini layak menjadi model pengawasan partisipatif. Inovasi pelayanan adminduk dan kepastian proyek fisik membuktikan bahwa desa bisa berbenah dari dalam, didukung pengawas yang pro-rakyat.
Reporter: Akhmad Mutolib
Editor: Chandra
