KABUPATEN TANGERANG | Kometnews.id — Proyek perbaikan saluran air (U-Ditch) di Kampung Rawa Kopi RT 001/006, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mulai menuai sorotan. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp198.690.000 dan dikerjakan oleh CV. Bilal Samudra itu diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis di lapangan. Sabtu, (9/5).

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, ditemukan dugaan pekerjaan pemasangan U-Ditch tidak menggunakan hamparan pasir sebagai alas dasar pemasangan. Selain itu, pada bagian pinggiran atas U-Ditch juga terlihat tidak dilakukan plester semen (plur), sehingga memunculkan dugaan adanya pengurangan penggunaan material dalam pelaksanaan proyek tersebut.

 

 

Tak hanya itu, sejak awal pekerjaan berlangsung, para pekerja juga diduga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap saat berada di area proyek. Kondisi tersebut dinilai berpotensi melanggar standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang seharusnya diterapkan dalam setiap kegiatan proyek konstruksi.

 

 

Sorotan keras disampaikan oleh Chandra dari Aliansi Jurnalis dan Advokat (AJA). Menurutnya, pekerjaan yang menggunakan anggaran negara wajib dilaksanakan secara profesional, mengutamakan kualitas pembangunan serta keselamatan pekerja.

 

“Kami melihat dari awal pemasangan diduga tidak menggunakan hamparan pasir sebagai dasar U-Ditch. Kemudian hasil akhirnya juga bagian atas pinggiran tidak diplur semen. Ini jelas menimbulkan pertanyaan besar dan diduga mengurangi bahan material,” tegas Chandra kepada Kometnews.id, Jumat (08/05/2026).

 

 

Ia juga menyoroti minimnya penerapan keselamatan kerja di lokasi proyek.

 

“Pekerja juga diduga tidak menggunakan APD lengkap saat bekerja. Padahal keselamatan kerja itu penting dan sudah menjadi kewajiban dalam proyek konstruksi,” ujarnya.

 

 

Menurut Chandra, apabila dugaan tersebut benar, maka pihak terkait harus segera melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat agar kualitas pekerjaan tidak merugikan masyarakat.

 

“Kami akan segera menyurati pihak terkait untuk meminta klarifikasi dan pengawasan lebih lanjut. Jangan sampai uang rakyat dipakai untuk pekerjaan yang kualitasnya dipertanyakan,” tambahnya.

 

 

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun pihak Kecamatan Pakuhaji belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

 

 

Warga berharap proyek drainase yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah dapat dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, mengutamakan mutu bangunan, serta memperhatikan standar keselamatan kerja demi hasil pembangunan yang berkualitas dan tahan lama.

 

Kometnews.id tetap membuka ruang hak jawab kepada pihak pelaksana, kontraktor, maupun instansi terkait sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

 

Penulis : Akhmad Mutolib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *