KABUPATEN TANGERANG | KometNews.Id – Penanganan darurat kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki hari kelima penanganan, sebanyak 71 persen area terdampak kebakaran berhasil dipadamkan, sementara 29 persen sisanya masih dalam tahap pemadaman lanjutan dan pendinginan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali dari bara api yang masih tersimpan di dalam timbunan sampah.

Berdasarkan Laporan Resmi Perkembangan Penanganan Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin periode Hari ke-1 hingga Hari ke-5 (H1–H5) per 7 Juli 2026, yang dirilis Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dengan mengacu pada data Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Manggala Agni) Kementerian Kehutanan, proses penanganan di lapangan terus menunjukkan hasil yang signifikan.

TPA Jatiwaringin memiliki luas keseluruhan sekitar 33 hektare, dengan area yang terdampak kebakaran mencapai kurang lebih 15 hektare. Dari total wilayah terdampak tersebut, tim gabungan telah berhasil menangani sekitar 6,11 hektare, sedangkan sekitar 4,35 hektare masih menjadi fokus penanganan melalui proses pembasahan, pendinginan menyeluruh, dan pemantauan titik-titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Dalam operasi penanganan selama lima hari terakhir, tim gabungan telah mengerahkan sumber daya secara maksimal. Tercatat sebanyak 1.822.900 liter air, atau setara dengan 365 tangki/tandon air, telah digunakan untuk memadamkan api. Selain itu, sekitar 100 liter bahan pemadam (fire suppressant) juga diaplikasikan guna mempercepat pengendalian titik api dan menekan potensi munculnya bara api di dalam timbunan sampah.

Kepala Bidang PSLB3 DLHK Kabupaten Tangerang, SM. Agustin Hari Mahardika, S.Pi., M.Si., mengatakan bahwa saat ini seluruh personel lebih memfokuskan upaya pada proses pendinginan agar kebakaran tidak kembali muncul.

“Alhamdulillah, progres penanganan terus menunjukkan hasil yang positif. Saat ini kami fokus pada pendinginan secara menyeluruh serta pemantauan titik panas agar tidak terjadi penyalaan kembali. Seluruh tim tetap siaga sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT TPA Jatiwaringin, Gemi, menegaskan bahwa pengawasan di lokasi akan terus dilakukan selama 24 jam.
“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat tetap berada di lapangan untuk memastikan bara api benar-benar padam. Keselamatan petugas, masyarakat sekitar, dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama dalam proses penanganan ini,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui DLHK juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam operasi penanganan kebakaran. Sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam percepatan pengendalian kebakaran di TPA Jatiwaringin.

Adapun personel yang terlibat meliputi BNPB, BPBD, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, DLHK Kabupaten Tangerang, relawan, serta berbagai unsur pemerintah dan masyarakat yang terus bahu-membahu di lapangan.

DLHK Kabupaten Tangerang memastikan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan hingga proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai. Setelah kondisi benar-benar terkendali, pemerintah juga akan melanjutkan tahapan pemulihan lingkungan sekaligus melakukan penguatan tata kelola TPA Jatiwaringin agar lebih aman, berkelanjutan, dan mampu meminimalkan risiko kebakaran di masa mendatang.
Penulis: Nuraini
Editorial: Redaksi KometNews.Id











