Tangerang Raya

Camat Pasar Kemis Nurhanudin Respon Cepat Keluhan Sampah Liar di Pinggir Kali Kota Bumi

16
×

Camat Pasar Kemis Nurhanudin Respon Cepat Keluhan Sampah Liar di Pinggir Kali Kota Bumi

Sebarkan artikel ini

TANGERANG, KOMETNEWS.ID — Keluhan warga terkait tumpukan sampah liar di pinggir kali wilayah Kota Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, mendapat respons cepat dari Camat Pasar Kemis, Nurhanudin. Senin (21/9/2026).

 

Keluhan tersebut disampaikan melalui Ketua RW 03 Kota Bumi.

 

Menindaklanjuti laporan itu, Camat Nurhanudin langsung bergerak dengan menghubungi koordinator pengangkutan sampah, Baceng, agar segera melakukan pengangkutan menggunakan kendaraan operasional.

 

Langkah cepat tersebut mendapat perhatian dari warga dan sejumlah aktivis lingkungan.

 

Respons langsung dari pihak kecamatan dinilai menunjukkan bahwa persoalan kebersihan di lingkungan masyarakat tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut.

 

Informasi yang dihimpun KometNews.id, setelah menerima laporan mengenai keberadaan sampah yang menumpuk di pinggir kali, Camat Pasar Kemis langsung melakukan komunikasi dengan koordinator sampah untuk memastikan sampah segera diangkut.

 

Camat: Keluhan Warga Harus Segera Ditindaklanjuti

 

Respons cepat tersebut menjadi penting mengingat tumpukan sampah di sekitar aliran kali bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, menjadi tempat berkembangnya berbagai sumber penyakit, serta menghambat kebersihan lingkungan apabila tidak segera ditangani.

 

Koordinasi antara pemerintah kecamatan, pengurus lingkungan, dan petugas kebersihan menjadi salah satu langkah konkret agar persoalan sampah tidak hanya selesai pada pengangkutan, tetapi juga dapat dicegah agar tidak kembali menjadi lokasi pembuangan liar.

 

Aktivis Tamrin: Jangan Hanya Diangkut,

 

Pengawasan Harus Diperkuat
Aktivis Tamrin mengapresiasi langkah cepat Camat Pasar Kemis yang langsung merespons laporan masyarakat.

 

Menurutnya, persoalan sampah liar membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga harus dibarengi dengan edukasi dan pengawasan di lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah.

 

“Kami mengapresiasi respons cepat Pak Camat yang langsung menindaklanjuti keluhan warga. Ini menunjukkan pemerintah hadir ketika masyarakat menyampaikan persoalan di lapangan,” ujar Tamrin.

 

Namun demikian, Tamrin mengingatkan agar pengangkutan sampah tidak menjadi solusi sesaat. Menurutnya, setelah sampah diangkut, perlu ada langkah lanjutan untuk mencegah masyarakat kembali membuang sampah sembarangan.

 

“Jangan sampai setelah diangkut, beberapa hari kemudian menumpuk lagi. Kalau memang titik itu sering dijadikan tempat buang sampah liar, perlu ada pengawasan, sosialisasi dan bila diperlukan penataan lokasi agar masyarakat tidak menjadikannya tempat pembuangan,” tegasnya.

 

Kolaborasi Jadi Kunci

 

Persoalan kebersihan lingkungan pada akhirnya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah memiliki kewenangan dan fasilitas penanganan sampah, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan setelah sampah diangkut.

 

Ketua RW, RT, tokoh masyarakat, pemuda dan aktivis lingkungan juga dapat menjadi bagian dari pengawasan lingkungan di tingkat bawah.

 

Tumpukan Sampah Liar di Pinggiran Kali Cadas Kota Bumi

 

Respons Camat Pasar Kemis Nurhanudin dalam kasus sampah liar di pinggir kali Kota Bumi ini menjadi contoh bahwa laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat apabila komunikasi antara warga dan pemerintah berjalan dengan baik.

 

Bagi warga, yang terpenting bukan sekadar sampah hari ini terangkut, tetapi bagaimana kawasan tersebut tetap bersih dan tidak kembali menjadi titik pembuangan sampah liar.

 

Penulis : Chandra / Nuraini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *