KEMIRI | Kometnews.id – Euforia membuncah di pelosok Kecamatan Kemiri. Ratusan warga Desa Klebet, khususnya Kampung Kayu Apu, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagia. Setelah sekian lama merasakan pahitnya jalan becek dan berlubang, proyek betonisasi akhirnya dimulai. Bukan sekadar pembangunan biasa, ini adalah simbol bahwa pemerintah desa benar-benar mendengar jeritan rakyat.
Proyek infrastruktur yang digadang-gadang akan mengubah wajah ekonomi desa ini langsung disambut ‘antusiasme luar biasa’. Salah satu figur yang paling disorot adalah Kepala Desa Klebet, Jamaludin, yang dinilai telah mematahkan stigma “kades dingin” menjadi “kades gercep” (gerak cepat).
Kades Jamaludin: Bukan Hanya di Balik Meja, Tapi di Tengah Jalan
Apa yang membuat warga sampai terharu? Bukan hanya karena jalan mulai dicor, tapi karena kehadiran sang kades yang nyata. Di sela-sela pengecoran jalur strategis sepanjang 68 meter di RT 07 RW 07 Jalan Raya Kayu Apu, tampak Jamaludin turun langsung mengawasi ketebalan cor-coran. Pekerja proyek mengaku kaget karena kepala desa tak hanya memberi perintah, tapi ikut memastikan ukuran panjang 68 meter, lebar 2,5 meter.
“Saya hanya menjalankan amanah. Pembangunan ini urat nadi ekonomi warga. Kalau bukan kita yang gerak, siapa lagi?” ujar Jamaludin dengan lugas ditemui awak media.
Komentar Eksklusif Warga: Terima Kasih Pak Kades, Bapaknya Rakyat!
Bukan hanya aktivis yang memberikan pujian. Di lokasi proyek, seorang warga Kampung Kayu Apu, RT 07/05, Desa Klebet, ngotot ingin memberikan komentar langsung ke redaksi Kometnews.id. Dengan mata berkaca-kaca dan nada suara penuh haru, ia menyampaikan rasa terima kasihnya yang tulus.
“Saya warga di sini, Kampung Kayu Apu RT 07/05. Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Kades Jamaludin. Beliau itu selalu aktif setiap hari di desa. Sungguh, kami warga sangat merasakan bedanya. Dulu kalau mau ngurus surat, suka mumet nyari perangkat. Tapi sekarang? Pak Kades selalu ada di desa, responnya cepat! Pembangunan infrastruktur betonisasi ini sangat, sangat kami perlukan. Terima kasih Pak Kades, Bapaknya Rakyat!”
Komentar spontan itu langsung disambut tepuk tangan dari warga lain yang juga sedang mengawasi proses pengecoran. Ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik yang responsif adalah kunci utama kebahagiaan rakyat.
Aktivis Pantura Otib: Ini Standar Pelayanan Emas!
Tak ketinggalan, Aktivis Pantura, Otib, yang terkenal kritis dan jarang memberi nilai sempurna, kali ini angkat topi. Dalam pantauannya di lapangan, Otib menyoroti dua hal sekaligus: ketegasan proyek dan kedisiplinan kepala desa.
“Saya sangat senang, bukan main senangnya. Pak Jamaludin ini sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik, bahkan melebihi ekspektasi. Di Pantura ini banyak proyek gagal karena kadesnya jarang nongol. Tapi di Klebet, bapaknya itu 24/7 on the ground. Warga nggak perlu bingung ngurus KTP atau surat menyurat. Ini yang dinamakan Excellent Service! Pemdes Klebet layak jadi percontohan,” tegas Otib dengan nada tinggi penuh apresiasi.
Inovasi Betonisasi dan Harapan Masa Depan
Proyek ini bukan sekadar ‘cor asal cor’. Dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Klebet yang dipimpin Jamaludin, proses pengerjaan dipastikan menggunakan metode rigid pavement agar tahan hingga 20 tahun ke depan.
Dengan rampungnya proyek ini, Kelompok petani dan pelaku UMKM di Kampung Kayu Apu tak sabar menanti akses mulus yang akan memangkas biaya logistik hingga 30 persen. Warga berharap semangat Pak Kades yang “selalu ada di desa, setiap hari, dan merespon cepat” bisa menular ke birokrat lainnya.
Kometnews.id – Meliput dari Desa, untuk Indonesia.
Penulis : Nuraini /Akhmad
Editorial : Chandra AB
