JAKARTA, KOMETNEWS.ID — Kehilangan bukan selalu berarti akhir dari sebuah perjuangan. Bagi para perempuan Aceh dalam film Pasukan 1000 Janda, kehilangan justru menjadi sumber kekuatan untuk bangkit dan berada di garis depan pertempuran. Sabtu (19/9/2026).
Rumah produksi Manara Films resmi memperkenalkan teaser trailer dan teaser poster film drama sejarah Pasukan 1000 Janda. Film yang ditulis sekaligus disutradarai Archie Hekagery dengan produser Yuda Wirafianto ini terinspirasi dari kisah sejarah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee.
Film tersebut dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 12 November 2026.
Ketika Para Janda Memilih Mengangkat Senjata
Pasukan 1000 Janda mengangkat kisah para perempuan Aceh yang kehilangan suami akibat peperangan. Namun, mereka tidak memilih untuk menyerah pada keadaan.
Di bawah kepemimpinan Laksamana Malahayati, para perempuan tersebut justru mengambil peran dalam perjuangan menghadapi penjajah.
Dalam film ini, Atiqah Hasiholan dipercaya memerankan sosok Laksamana Malahayati, seorang pemimpin perempuan yang digambarkan memiliki keberanian, keteguhan, sekaligus kemampuan menyusun strategi perang.
Kehadiran Malahayati menjadi titik penting yang mengubah kesedihan para perempuan yang ditinggalkan menjadi kekuatan kolektif.
Mereka kemudian berada di garis depan, berhadapan dengan armada perang Belanda dan menjalankan strategi untuk melumpuhkan kekuatan lawan.
Cerita tersebut membuat film ini tidak hanya menawarkan adegan peperangan, tetapi juga membawa perspektif mengenai keberanian perempuan, kepemimpinan, kehilangan, dan perjuangan mempertahankan tanah air.
Atiqah Hasiholan Hidupkan Sosok Malahayati
Bagi Atiqah Hasiholan, memerankan tokoh yang memiliki posisi penting dalam sejarah masyarakat Aceh merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab.
Ia tidak hanya memandang Malahayati sebagai seorang laksamana dan pejuang, tetapi juga sebagai seorang perempuan dan istri.
“Film ini membawa sosok Laksamana Malahayati bukan hanya sebagai laksamana dan warrior, tetapi juga sebagai perempuan dan istri, sekaligus menghadirkan perspektif tentang kekuatan, kepemimpinan, dan kemandirian perempuan yang tetap relevan dengan kehidupan masa kini,” ujar Atiqah Hasiholan.
Melalui karakter tersebut, Atiqah berharap semangat keberanian dan kepemimpinan Malahayati dapat kembali dikenalkan kepada generasi masa kini.
Sejarah Dikemas Menjadi Historical Fantasy Action
Sutradara Archie Hekagery menyebut Pasukan 1000 Janda sebagai sebuah film historical fantasy action.
Menurutnya, film ini berupaya menghadirkan kisah sejarah Indonesia dalam bentuk tontonan action spectacle yang dapat diterima penonton masa kini.
“Film Pasukan 1000 Janda adalah sebuah kisah historical fantasy action tentang perempuan yang menjadikan kehilangan sebagai kekuatan. Lewat film ini, saya ingin menghadirkan sejarah Indonesia dalam bentuk action spectacle yang epik untuk penonton saat ini, dengan cerita yang terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee,” ujar Archie Hekagery.
Pendekatan tersebut membuat film tidak sekadar mengandalkan drama sejarah, tetapi juga memadukan unsur aksi dan fantasi dalam membangun dunia cerita.
Teaser Poster Tampilkan Semangat Inong Balee
Nuansa perjuangan juga terlihat dalam teaser poster yang telah dirilis.
Laksamana Malahayati bersama para perempuan Inong Balee ditampilkan membawa senjata dan bersiap menghadapi pasukan Belanda.
Visual tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai tema utama film: para perempuan yang sebelumnya berada dalam posisi kehilangan, kemudian berubah menjadi kekuatan yang ikut menentukan arah peperangan.
Kisah Inong Balee sendiri menjadi salah satu inspirasi penting dalam pengembangan cerita film ini.
Dibintangi Sejumlah Aktor Tanah Air dan Internasional
Pasukan 1000 Janda menghadirkan jajaran pemain yang cukup beragam.
Selain Atiqah Hasiholan, film ini dibintangi Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Syaura Salsabila, Cut Mini, Ully Triani, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, Dafina Jamasir, dan Vincent Verhaag.
Film ini juga menghadirkan Ron Smoorenburg, aktor internasional asal Belanda yang dikenal pernah berhadapan dengan Jackie Chan dalam film Who Am I?
Kehadiran pemain internasional tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan atmosfer konflik antara pejuang Aceh dan pihak Belanda dalam cerita.
Bukan Sekadar Kisah Perang
Di balik judul Pasukan 1000 Janda, film ini membawa pertanyaan yang lebih luas: apa yang terjadi ketika kehilangan justru melahirkan keberanian?
Para perempuan dalam cerita tidak ditempatkan semata sebagai korban perang. Mereka digambarkan mengambil keputusan, menyusun strategi, memimpin perlawanan, dan menghadapi risiko di medan pertempuran.
Karena itu, kisah Laksamana Malahayati dan Inong Balee menjadi fondasi cerita untuk memperlihatkan bahwa sejarah perjuangan Indonesia juga memiliki ruang besar bagi kiprah perempuan.
Dengan perpaduan drama, sejarah, aksi, dan fantasi, Pasukan 1000 Janda mencoba membawa cerita tersebut kepada penonton dengan pendekatan sinematik yang lebih modern.
Siap Hadir di Bioskop November 2026
Film Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee, film ini menghadirkan cerita tentang perempuan-perempuan Aceh yang kehilangan suami dalam peperangan, tetapi memilih bangkit dan meneruskan perjuangan.
Bukan sekadar kisah tentang janda yang kehilangan pasangan, Pasukan 1000 Janda mencoba menghadirkan pesan bahwa kehilangan juga dapat menjadi titik lahirnya keberanian, kepemimpinan, dan perlawanan.
Penulis : Chandra/ Nuraini












