Tangerang Raya

Wamen Lingkungan Hidup Tinjau TPA Jatiwaringin, Penanganan Kebakaran Diperkuat dengan Water Bombing dan Sinergi Lintas Instansi

×

Wamen Lingkungan Hidup Tinjau TPA Jatiwaringin, Penanganan Kebakaran Diperkuat dengan Water Bombing dan Sinergi Lintas Instansi

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG | Kometnews.id – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang mengerahkan seluruh sumber daya guna mempercepat proses pemadaman sekaligus meminimalkan dampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, Sabtu, (4/7/2026).

 

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Díaz Hendropriyono, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan seluruh upaya penanganan berjalan maksimal.

 

Dalam kunjungannya, rombongan meninjau titik-titik api, mengecek kesiapan personel, peralatan pemadam, serta memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pemadaman hingga api benar-benar padam.

 

Berdasarkan data penanganan hingga 3 Juli 2026, BNPB telah mengerahkan dua unit helikopter water bombing yang telah melakukan 70 kali penyiraman dari udara. Upaya tersebut menjadi langkah strategis karena sebagian titik api sulit dijangkau kendaraan pemadam akibat medan yang berat dan tumpukan sampah yang tinggi.

 

Selain operasi udara, penanganan di lapangan melibatkan personel gabungan dari Manggala Agni, BKSDA DKI Jakarta, BPBD Kabupaten Tangerang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, TNI, Polri, BAZNAS, mobil tangki air PDAM Tirta Kerta Raharja, Sinar Mas Land, relawan, hingga berbagai unsur lainnya.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan sinergi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam penanganan kebakaran tersebut.

 

 

“Kami mengapresiasi dukungan BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, dunia usaha, relawan, dan seluruh pihak yang terus bekerja tanpa mengenal lelah. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama agar kebakaran segera dapat dikendalikan serta dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Díaz Hendropriyono menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga mendorong pembenahan sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

 

“Ini pentingnya kenapa TPA harus sanitary landfill. Di sini sebenarnya sudah ada perbaikan setelah kami berikan sanksi, namun karena luasnya mencapai 33 hektare, tentu butuh waktu untuk melakukan capping secara menyeluruh,” ujar Diaz di lokasi kejadian.

 

“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting agar seluruh daerah memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan ramah lingkungan. Pemerintah pusat akan terus mendukung percepatan penanganan maupun proses pemulihan pascakebakaran,” tegasnya.

 

Dari sisi kesehatan, Koordinator Tim Kesehatan Kecamatan Kosambi, Saeful, didampingi Flo, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan telah disiapkan secara maksimal untuk mendukung para petugas di lapangan.

 

 

“Kami telah menyiagakan tiga pos kesehatan di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, sebanyak 14 puskesmas di Kabupaten Tangerang disiagakan apabila ada petugas maupun relawan yang mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan atau paparan asap. Seluruh tim siap memberikan pelayanan secara cepat,” jelas Saeful.

 

Berdasarkan data yang dihimpun hingga 3 Juli 2026, tercatat 139 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang seluruhnya telah ditangani oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

 

Kepala Bidang PSLB3 DLHK Kabupaten Tangerang, SM. Agustin Hari Mahardika, S.Pi., M.Si., menambahkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi lingkungan selama proses penanganan berlangsung.

 

 

“Kami terus melakukan pemantauan kualitas udara dan lingkungan, berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait, serta memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai prosedur agar dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat ditekan semaksimal mungkin,” katanya.

 

 

Bupati Tangerang, Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

 

“Terima kasih kepada BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, BPBD, DLHK, petugas pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras siang dan malam. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus memberikan dukungan penuh hingga kondisi benar-benar aman dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya.

 

Saat ini, sejumlah posko masih beroperasi di sekitar lokasi, meliputi Posko Utama UPT TPA Jatiwaringin, Posko Polri, dan Posko Relawan sebagai pusat koordinasi personel, logistik, serta pelayanan kesehatan.

 

Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat mampu mempercepat pemadaman total kebakaran, menekan dampak pencemaran udara, serta menjadi momentum memperbaiki tata kelola persampahan yang lebih modern, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Tangerang.

 

Penulis : Chandra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *