KABUPATEN TANGERANG | KometNews.Id — Suasana duka masih menyelimuti Kampung Bebulak RT 001/002, Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk. Puluhan warga memadati kediaman duka pada Jumat (17/4/2026) malam untuk mengikuti tahlilan malam ketujuh wafatnya almarhum Aipda Suwandri bin Marta’ih.

 

Kegiatan yang digelar di rumah Ibu Suprana itu berlangsung khidmat dan sarat makna kebersamaan. Sejak usai salat Isya, warga berdatangan, menunjukkan empati sekaligus penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal baik di lingkungan masyarakat.

 

Acara diawali sambutan dari Supandi, perwakilan keluarga. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para tamu.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak semua. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala berlipat ganda. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat kekurangan,” ujarnya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh agama, kepala desa, perangkat desa, hingga masyarakat lintas usia. Kehadiran Ustad Muhdi yang memberikan tausiyah menjadi penguat spiritual bagi keluarga dan warga yang berduka.

 

Rangkaian tahlilan dipimpin oleh Ustad Wadi, diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah, dilanjutkan tahlil dan doa bersama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, menciptakan suasana haru yang terasa hingga ke sudut-sudut rumah duka.

 

Tradisi tahlilan hari ketujuh bukan sekadar ritual. Di tengah masyarakat Mauk, ini menjadi simbol kuat solidaritas sosial—ruang di mana duka dipikul bersama, dan doa dipanjatkan serentak untuk almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

 

 

Lebih dari itu, momen ini juga memperlihatkan bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat.

 

Acara berlangsung hingga larut malam. Setelah doa bersama, jamaah menikmati hidangan sederhana yang disiapkan keluarga sebagai bentuk penghormatan kepada tamu, sebelum kembali ke kediaman masing-masing.

 

Di balik kesederhanaan acara, tersimpan pesan kuat: kebersamaan adalah kekuatan, dan doa adalah pengikat yang tak lekang oleh waktu.

 

(Aligus | KometNews.Id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *